Berdayakan Ekonomi Keluarga, Puluhan Perempuan Ikuti Pelatihan Keterampilan Digital di Jakarta
Kabupaten Wajo 8 April 2026 – Dalam upaya mempercepat kemandirian ekonomi pascapandemi dan menghadapi era otomasi, sebanyak 50 perempuan dari berbagai latar belakang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan keterampilan (upskilling) yang diselenggarakan hari ini, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan bertajuk "Perempuan Berdaya di Era Digital 2026" ini berlangsung di Aula Pusat Pelatihan Tenaga Kerja Nasional, Jakarta Timur. Program ini difokuskan pada penguasaan teknologi finansial dan strategi pemasaran berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pelaku usaha mikro.
Fokus pada Literasi Digital
Ketua Penyelenggara, Dr. Siti Aminah, menjelaskan bahwa pemilihan materi tahun ini didasarkan pada kebutuhan pasar yang semakin kompetitif. Menurutnya, perempuan memegang peranan krusial dalam ketahanan ekonomi keluarga.
"Kami tidak hanya mengajarkan cara berjualan, tetapi bagaimana para ibu dan remaja putri ini mampu mengoptimalkan data dan alat digital untuk efisiensi usaha mereka. Kemampuan adaptasi adalah kunci di tahun 2026 ini," ujar Siti di sela-sela kegiatan.
Metode Pelatihan Praktis
Pelatihan ini menggunakan pendekatan project-based learning. Para peserta langsung didampingi oleh mentor dari praktisi industri kreatif untuk:
-
Manajemen Toko Daring: Optimalisasi etalase digital di berbagai marketplace global.
-
Pemanfaatan AI Generatif: Membuat konten promosi visual dan teks secara instan namun menarik.
-
Keamanan Siber: Melindungi transaksi keuangan digital dari ancaman peretasan.
Salah satu peserta, Maya (34), seorang pengrajin aksesori asal Bekasi, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Dulu saya bingung cara menentukan target pasar yang pas. Sekarang, lewat simulasi tadi, saya jadi tahu bagaimana melihat tren barang yang sedang dicari pembeli," ungkapnya.
Komitmen Berkelanjutan
Pemerintah melalui dinas terkait menyatakan akan terus memantau perkembangan para alumni pelatihan ini selama enam bulan ke depan. Selain pemberian materi, para peserta juga diberikan akses khusus ke program modal usaha tanpa bunga sebagai stimulan awal.
Kegiatan yang berakhir pada sore hari ini ditutup dengan sesi jejaring (networking), yang diharapkan dapat membentuk komunitas pendukung antar-perempuan pengusaha untuk saling berbagi informasi peluang pasar di masa depan.